Stop Toxic Relationship, Yuk!

Akhir-akhir ini semakin banyak yang membahas mengenai toxic relationship. Tapi apakah kamu apa arti sebenarnya?

Kalau kamu menganggap arti toxic relationship adalah keadaan di mana seseorang mulai jenuh dengan hubungannya tapi tetap dipaksakan, mungkin kamu tidak sepenuhnya salah. Tapi sebenarnya, toxic relationship adalah hubungan di mana ditandai dengan perilaku yang tidak baik bahkan cenderung ke arah merusak.

Istilah ini bukan hanya ditujukan untuk pihak pria saja, tapi dari kedua belah pihak. Selain itu istilah ini pun bukan juga hanya ditujukan untuk suatu tindakan yang melibatkan fisik, tapi juga secara verbal.

Dalam hubungan ini, pasti ada satu pihak yang dirugikan, namun ia tetap berusaha tetap mempertahankan hubungan yang tidak baik tersebut. Hal ini tentunya bisa sangat berdampak buruk untuk hubungan atau mental orang tersebut.

Berikut ini kami akan menjelaskan lebih lagi mengenai hubungan toxic relationship yang mungkin jika kamu ketahui sekarang, nanti bisa menghindari hubungan jenis ini kedepannya.

Toxic Relationship

Pernahkah kamu berada pada keadaan di mana merasa kurang dihargai oleh pasanganmu? Keadaan di mana ketika kamu membutuhkan ucapan manis darinya, ia malah merendahkanmu. Seperti misalnya ia mengatakan kalau kamu payah dalam segala hal, dia membencimu, dia mengatur kehidupanmu, dia kerap kali melontarkan kata-kata kasar yang bisa menyakiti perasaanmu?

Itu sudah masuk ke dalam toxic relationship. Hubungan kalian tidak sehat, namun pihak yang dirugikan tidak berani mengungkapkannya atau malah tetap diam agar bisa menjaga hubungan tetap baik.

Padahal kalau kita ingat-ingat lagi, tujuan dari dibangunnya suatu hubungan adalah untuk bisa mendapatkan timbal balik, mendapatkan rasa hormat, berbagi kasih sayang, sampai mencoba untuk saling membahagiakan. Sayangnya, pada hubungan toxic relationship hal itu tidak bisa didapatkan.

Ada beberapa contoh toxic relationship, yang pertama akan kami bahas adalah Deprecator-belitter. Ini adalah sikap yang ditandai dengan pasangan yang lebih cenderung suka meremehkan, bahkan kerap kali ia mengolok-ngolok pasangan.

Selain itu ada juga contoh lain, seperti dia yang suka marah, suka memberikan tekanan pada pasangannya yang lain, suka melakukan sikap yang berlebihan namun menyebabkan pasangannya tidak bahagia, suka mengontrol pasangan bahkan tidak suka membuat keputusan bersama, suka curiga dengan berbagai hal yang dilakukan pasangannya, dan juga ada hubungan yang di mana tampak menyenangkan tetapi ternyata hanya karena ia membutuhkan sesuatu dari pasangannya.

Sebenarnya masih banyak contoh lain dari toxic relationship, namun setidaknya di atas adalah gambaran besar dari contoh hubungan tidak sehat ini.

Adapun ciri-ciri toxic relationship yang mungkin bisa dirasakan. Seperti misalnya kita sudah mulai merasa pasangan tidak lagi membuat kita nyaman karena perilakunya yang membuat kita suka sakit hati. Ada juga saat ia mulai main tangan, itu sudah bukan lagi perilaku yang sehat.

Sebagai pasangan seharusnya mereka atau kita bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Bukan malah membuat kita mencoba merelakan apa yang dilakukan pada kita hanya karena takut kehilangan.

Hubungan sepasang kekasih harus saling memberikan rasa aman, jika sudah berubah menjadi perasaan tidak nyaman, seharusnya kalau tidak mulai membicarakannya kita harus menyelesaikannya.

Hubungan seperti ini bukanlah hal yang baik untuk dilanjutkan. Akhiri segera jika memang sudah dirasa tidak lagi memiliki 1 tujuan yang sama dengannya sebelum nantinya berakhir dengan penyesalan.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *